Kewajiban Berpuasa Ramadhan

Kewajiban Berpuasa Ramadhan

Islam.FSodic.co.id - Kewajiban berpuasa Ramadhan merupakan sebuah perintah untuk kita umat muslim. Tetapi bukan berarti semua umat Islam diwajibkan. Ada beberapa syarat untuk melaksanakaan perintah Allah ini:

1. Agama Islam
2. Berakal sehat
3.Sudah Baligh atau dewasa
4. Kuat untuk berpuasa, tidak sakit
5. Bermukim, yaitu orang yang tak bepergian
6. Suci dari hadats besar

Sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran: Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa. (QS 2:183)

Nah, ada beberapa juga kondisi dimana kamu tidak diwajibkan berpuasa:

1. Sakit

Orang yang dalam keadaan Sakit atau sedang menderita penyakit tertentu jika tetap melakukan puasa akan menambah parah kesehatannya, maka orang sakit ini termasuk dalam golongan orang yang memperoleh keringanan tak berpuasa di bulan Ramadhan ini.

Dalil bagi orang sakit boleh tak berpuasa merupakan firman Allah: Dan barangsiapa sakit ataupun dalam perjalanan (kemudian ia berbuka),maka (kewajiban untuknya puasa), sebanyak hari yang dia tinggalkan itu,pada hari-hari yang lain. (Qs. al-Baqarah: 185).

2. Musafir

Orang yang sedang dalam perjalanan (musafir) sejauh yang dibolehkan mengqhasarkan shalat, dibolehkan juga untuk buka puasa.usai kembali dari perjalanan, dia diwajibkan untuk membayar (qadha) berpuasa yang ditinggalkan pada jumlah hari puasa yang ia tinggalkan dan dikerjakan diluar bulan puasa Ramadhan.

Bila musafir itu bisa berpuasa dalam perjalanan merupakan lebih baik daripada tak berpuasa, sebagaimana Firman Allah: Dan berpuasa itu lebih baik untukmu,bila kamu mengetahui. (Qs.. al-Baqarah:ayat 155).

3. Lansia

Orang lanjut usia dan telah berumur (uzur), baik bagi laki-laki,atau perempuan dibolehkan tidak puasa jika mereka tak sanggup lagi puasa. Demikian pula orang-orang yang melakukan kerja berat sebagai mata pencaharian,seperti orang-orang bekerja di dalam pertambangan, atau orang-orang yang dihukumi dengan kerja paksa, sehingga sangat sulit sekali untuk melakukan puasa ramadan.

Selain berlaku bagi orang tua renta (sepuh) yang tak mampu berpuasa, juga berlaku untuk orang sakit yang tak bisa sembuh sakit lagi dari sakitnya (tak bisa diharapkan sembuh). Dalilnya Firman Allah: Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tak berpuasa) maka membayar fidyah, (yakni): memberikan makan seorang fakir miskin. (Qs. al-Baqarah: 184).

Para ulama bersepakat bahwa orang tua yang tak mampu puasa, boleh untuknya tak berpuasa dan tak ada qadha untuk mereka. Dan menurut sebagian ulama, cukuplah untuk mereka memberikan membayar fidyah yakni memberi makan pada orang miskin untuk tiap hari yang ia tinggalkan.

4. Wanita Hamil atau Menyusui

Jika wanita hamil khawatir terhadap janin yang ada dalam kandungan dan wanita yang menyusui khawatir terhadap bayinya yang ia sapih karena sebab kedua berpuasa, maka boleh untuknya tak puasa. Hal ini disepakati para alim ulama.

Dalil yang menunjukkan yakni ibu hamil dan wanita menyusui boleh tak puasa ialah sabda Nabi SAW, Sesungguhnya Allah azza wa jalla membersihkan pada musafir separuh shalatnya. Allah pun menghilangkan berpuasa untuk musafir, wanita hamil dan wanita yang menyusui. (HR. Ahmad ).

Back to Top