Puasa Ramadhan, Taat perintah atau Mengharap Pahala Allah

Puasa Ramadhan, Taat perintah atau Mengharap Pahala Allah

Islam.FSodic.co.id - Puasa Ramadhan 1439 H atau 2018 M tinggal menghitung hari lagi. Ada yang menetapkan tanggal 16, 17, 18 dan 19 Mei 2108. Tapi pembahasaan kali ini bukan kapan jatuhnya Ramadhan loh ya, melainkaan kita membedah apa yang menjadi dasar-dasar berpuasa di bulan Ramadhan. karena tak sedikit dari kita yang mungkin hanya mengharapkan pahala atau juga hanya karena kewajiban.

Oke dalam artikel kali ini kita akan bahas sedikit sebagai pengetahuan dan bagaimana caranya mempertebal keimanan kita.

Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa. (QS 2:183)

Nah dari firman Allah diatas, kita diwajibkan berpuasa bukan. Tapi pernahkah kita berfikir siapa sebenarnya umat-umat sebelum kita yang juga diwajibkan?

Puasa Kristen dan Islam Berbeda

Umat Muslim sering berkata, orang Kristen bukan pengikut sejati Nabi Isa sebab mereka tidak berpuasa. Jelas hal ini salah! Tentang berpuasa, Islam dan Kristen mempunyai ajaran yang berbeda. Di antaranya:

Pertama: Umat Kristen tidak pernah diwajibkan berpuasa seperti yang diajarkan Muhammad. Tidak ada puasa-wajib dalam ajaran Isa, yang dilaksanakan dengan ritual tertentu. Bila dilaksanakan mendapat pahala berlimpah dan jika dilalaikan berdosa.

Tujuan orang Kristen berpuasa adalah mencari wajah dan belas kasih Tuhan. Juga karena adanya kerinduan untuk mempunyai hubungan yang lebih intim dengan Sang Pencipta.

Kedua: Puasa dalam Islam sepertinya hanya memindahkan jam makan dari pagi-sore menjadi sore-subuh. Kwalitas dan kwantitas makan-minum ketika puasa juga jauh lebih tinggi dibanding hari-hari biasa.

Dalam ajaran Kristen, puasa meliputi siang dan malam. Bahkan kadang berjalan beberapa hari tanpa makan.

Ketiga: Islam ketika puasa lebih menonjolkan aktivitas lahiriah, atau ibadah jasadiyyah. Yaitu aktivitas berkorban dengan cara meninggalkan, membatasi, dan menjauhi nafsu kedagingan. Harapannya agar mendapat ridho dan pahala dari Allah.

Puasa Kristiani pada dasarnya berakar dari suasana perkabungan, jeritan atau keprihatinan yang sangat serius. Pelaksana harus mencari tangan dan wajah Tuhan dalam kerendahan hati yang sangat dalam.

Tujuan Muslim Berpuasa

Dari uraian di atas dapat disimpulkan, tujuan umat Muslim berpuasa agar mendapat ridho dan pahala dari Allah. Selain itu, secara tidak langsung juga menuntut penghormatan atas dirinya dari orang lain serta lingkungannya.

Hal ini dapat terlihat dari banyaknya kasus pemukulan dan penganiayaan yang terjadi di bulan Ramadhan, terhadap “orang kafir” yang kebetulan makan-minum disekitarnya. Alasannya, orang kafir tersebut telah melecehkan dirinya yang sedang berpuasa. Kedai-kedai makan dan restoran “dihimbau” (bahkan diwajibkan) untuk tutup atau setidaknya setengah tertutup.

Tujuan Kristen Berpuasa

Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit (Kitab Nabi Nehemia 1:4).

Menurut Alkitab, tujuan pengikut Isa berpuasa adalah merendahkan diri, mencari wajah Tuhan dan membangun satu hubungan khusus dengan-Nya.

Puasa Pengikut Isa Tidak Boleh Diketahui Orang Lain

Inilah sebabnya mengapa orang Islam tidak pernah tahu bahwa sebenarnya orang Kristen juga berpuasa. Pengikut Isa yang sedang berpuasa tidak memerlukan perlakuan istimewa, yaitu dengan menjauhkan setiap makanan-minuman dari hadapanya. Ia juga tidak menganiaya orang yang sedang makan dihadapannya karena tidak menghargai dia yang sedang puasa. Puasa adalah hubungan rohani dengan Allah. Cukup Allah saja yang mengetahuinya!

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. . . . . . (Injil, Rasul Besar Matius 6:17-18).

Demikianlah tujuan orang Kristen berpuasa. Yaitu mendekatkan diri pada Sang Khalik. Bukan untuk mendapat pahala berlimpah agar layak masuk sorga. Sebab, seseorang yang menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat, telah menerima ‘jaminan’ keselamatan sorgawi dari-Nya.

Kitab Suci berkata, Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Tujuan kita berpuasa

Sesungguhnya seluruh amal anak Adam itu untuk diri mereka sendiri, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. (Hadis Qudsi).

Puasa yang mampu mencegah dirinya dari perbuatan keji dan munkar inilah yang mampu membentuk pribadi Muslim yang bertakwa, sebagaimana penjelasan QS Al-Baqarah [2] ayat 183 di atas.

Tidak hanya itu, menurut ahli tafsir Muhammad Ali a-Sabuni, puasa memiliki 4 tujuan yang sangat besar:

Pertama, puasa menjadi sarana pendidikan bagi manusia agar tetap bertakwa kepada Allah SWT.

Kedua, puasa merupakan media pendidikan bagi jiwa untuk tetap bersabar dan tahan dari segala penderitaan dalam menempuh dan melaksanakan perintah Allah SWT.

Ketiga, puasa menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa kasih saying dan persaudaraan terhadap orang lain, sehingga tumbuh rasa empati untuk menolong sesame yang membutuhkan.

Keempat menanamkan rasa takwa kepada Allah SWT.

Lalu, apakah kita berpuasa hanya untuk taat atau mengharapkan pahala? Padahal dari uraian diatas kita telah tahu bahwa puasa Ramadhan bukan hanya kewajiban dari perintah Allah melainkan juga untuk menyehatkan tubuh kita.

Back to Top